Penjelajahan saya selama ini dalam dunia musik akhirnya mengantarkan saya didunia musik lokal. Perkembangannya ternyata sangat pesat dan patut diacungi jempol. Bravo to all indonesian musicians. Sudah sepatutnya musik indonesia dilirik oleh dunia internasional.
“Sayangnya”, perkembangan suatu aliran musik indonesia masih sangat bergantung pada negara lain yang cenderung menciptakan daripada menjiplak. Agnes monica dengan style avril or britney or whatever, 8 balls dengan gaya ngerapx or saykoji dll. So naif, mereka saling mencerca satu sama lain dengan mengumandangkan kalimat “loe ikut-ikutan”.
ha..ha..ha..lucu sekali. Sedangkan saya pernah mendengar sebuah rap-an ala indonesia yang menghina salah satu band atau artis yang katanya gayanya norak dan ikut-ikutan. Kalau dilihat-lihat memang benar norak sih mereka itu. Yang satu melampaui zaman dan satu lagi back to ancestor style. ha..ha..ha..
Tapi tunggu dulu, saya pernah mendengar sebuah tema lagu yang sama dimana notabene tema itu berasal dari rapper kulit putih asal 8 miles USA. Kalau tidak salah judulnya slim shady dan menyinggung salah satu artis dimana artis itu juga sangat dibenci oleh boyband asal irlandia yang pernah kolaborasi ma sherina “i have a dream”. Ini merupakan suatu kegilaan yang menggelikan
Jadi kesimpulannya, siapa yang ngejiplak dan ikut-ikutan?
So far, rap indonesia udah oke, tp inggrisnya dikurangin biar lagunya laku keras sampe kepelosok. Beside that bahasa inggris bisa bikin lidah kelipet-lipet. kata gitarx paul gilberth technical difficulties
Tergantung anda bagaimana meresponnya……………………….








August 4, 2008 at 3:13 pm
gitu ya?
August 7, 2008 at 5:24 am
kalo kata gue sich si 8ball norak banget (sadistik), cercaannya kasar banget n gaya ngerapnya kalah ama lawannya (segitiga pemuda) tuh
August 7, 2008 at 10:44 am
memang ada beberapa cara untuk meningkatkan popularitas. sebagai contoh membayar infotaiment, mengarang kasus dll. Mungkin para rapper mulai mengangkat nama mereka dengan membuat lirik yg extrim tp sygx terlalu berlebihan